Breaking News

Storytelling Adalah Senjata! Ini Cara Menguasainya ala Ferry Irwandi


Ruangkritik.com, Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan bercerita atau storytelling kini menjadi kunci utama untuk menarik perhatian publik. Hal tersebut disampaikan oleh Ferry Irwandi dalam video edukatifnya berjudul How To Be A Good Storyteller | Bedah Storytelling Subscribers. Video ini tidak hanya membahas teori, tetapi juga memberikan panduan praktis bagi para kreator pemula, khususnya di platform seperti YouTube.

Dalam pemaparannya, Ferry menekankan bahwa storytelling bukan sekadar kemampuan berbicara, melainkan seni menyampaikan pesan secara efektif dan menyentuh audiens. Berikut penjelasan poin demi poin yang dirangkum sebagai panduan tutorial:

Pertama, pentingnya storytelling di era digital. Ferry menjelaskan bahwa di tengah banjir informasi, kemampuan bercerita menjadi alat utama untuk menonjol. Bagi kreator yang bukan figur publik, format seperti video essay dinilai lebih efektif dibandingkan vlog atau podcast karena mengandalkan kekuatan narasi.

Kedua, belajar mendengar untuk bisa didengar. Menurutnya, seorang storyteller yang baik harus memahami audiensnya. Kemampuan mendengar membantu kreator mengetahui kebutuhan dan cara berkomunikasi yang tepat.

Ketiga, tantangan berbicara di depan kamera. Ferry mengungkapkan bahwa berbicara di depan kamera tidak semudah yang dibayangkan. Bahkan, proses rekaman video berdurasi singkat bisa memakan waktu berjam-jam. Oleh karena itu, latihan secara konsisten menjadi kunci utama.

Keempat, penggunaan bahasa yang sederhana. Ia menegaskan bahwa tujuan utama storytelling adalah menyampaikan pesan, sehingga penggunaan bahasa yang mudah dipahami jauh lebih efektif dibandingkan istilah yang rumit.

Kelima, pentingnya menulis atau scripting. Ferry menyarankan kreator pemula untuk menulis naskah secara lengkap. Dengan menulis, ide menjadi lebih terstruktur dan proses produksi lebih efisien.

Keenam, penggunaan struktur tiga bagian. Ia memperkenalkan formula sederhana dalam storytelling, yaitu identifikasi masalah, pembahasan masalah, dan penarikan kesimpulan. Struktur ini membantu alur cerita menjadi lebih jelas dan mudah diikuti.

Ketujuh, penguasaan materi. Ferry mengingatkan pentingnya memahami topik yang dibahas. Ia menekankan bahwa kreator memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan informasi yang akurat, bukan sekadar menyalin dari sumber lain.

Tak hanya itu, dalam sesi lanjutan, Ferry juga membedah beberapa video kiriman subscriber sebagai studi kasus. Ia menyoroti berbagai aspek penting seperti kejujuran dalam bercerita, keberanian mengambil posisi dalam diskusi, kekuatan hiburan, kualitas visual, hingga pentingnya menemukan gaya khas masing-masing kreator.

Melalui penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa storytelling bukan hanya soal teknik, tetapi juga soal kejujuran, konsistensi, dan pemahaman terhadap audiens. Dengan menguasai dasar-dasar ini, siapa pun memiliki peluang untuk berkembang dan bersaing di dunia konten digital.
Baca Juga

0 Komentar

© Copyright 2022 - RUANG KRITIK