Oleh: Muhammad Zakil, Kabid PTKP HMI Cabang Soppeng
Ruangkritik.com - Hari Pendidikan Nasional merupakan momentum penting untuk merefleksikan arah dan kualitas pendidikan di Indonesia. Tema yang diusung tahun ini, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” menjadi pengingat bahwa tanggung jawab pendidikan tidak hanya berada pada satu pihak, melainkan merupakan kerja kolektif seluruh elemen bangsa.
Sebagai bagian dari elemen mahasiswa dan kader organisasi, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) memandang bahwa pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun peradaban. Namun, untuk mewujudkan pendidikan yang benar-benar bermutu dan merata, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, dunia usaha, serta masyarakat luas.
Pemerintah memiliki peran penting dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak pada pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan. Di sisi lain, guru sebagai ujung tombak pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan kompetensi generasi muda. Orang tua juga tidak kalah penting sebagai pendidik pertama di lingkungan keluarga, sementara masyarakat menjadi ruang sosial yang membentuk nilai dan perilaku peserta didik.
Dalam konteks ini, penting untuk membangun narasi yang konstruktif. Tantangan pendidikan yang masih kita hadapi hari ini tidak seharusnya melahirkan saling menyalahkan, melainkan mendorong kolaborasi yang lebih erat. Kritik yang disampaikan harus menjadi energi perbaikan, bukan alat untuk mengerdilkan peran pihak tertentu.
Sebagai Kabid PTKP HMI Cabang Soppeng, saya melihat bahwa partisipasi semesta bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan dalam langkah nyata. Mahasiswa, sebagai agen perubahan, memiliki tanggung jawab moral untuk turut berkontribusi dalam pembangunan pendidikan, baik melalui advokasi kebijakan, pengabdian kepada masyarakat, maupun penguatan literasi di tengah masyarakat.
Di era digital saat ini, tantangan pendidikan semakin kompleks. Ketimpangan akses, perubahan pola belajar, serta kebutuhan akan keterampilan abad ke-21 menuntut adanya kerja sama lintas sektor yang lebih solid. Tidak ada satu pihak pun yang mampu berjalan sendiri dalam menjawab tantangan ini.
Oleh karena itu, Hari Pendidikan Nasional harus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi. Semua pihak harus mengambil peran sesuai kapasitasnya, saling mendukung, dan bergerak dalam satu tujuan yang sama: menghadirkan pendidikan yang adil, berkualitas, dan dapat diakses oleh seluruh anak bangsa.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kita optimistis bahwa cita-cita pendidikan bermutu untuk semua bukanlah hal yang mustahil. Yang dibutuhkan adalah komitmen bersama, sinergi yang berkelanjutan, dan kesadaran bahwa pendidikan adalah tanggung jawab kita semua.
0 Komentar